Menimba semangat dari pasar klithikan

Pasar Sasen memang meniru pasar tradisional, contohnya pasar klithikan di Godean ini.

Semangat pasar klithikan menjadi inspirasi dan kekuatan. Jelang 4 tahun Pasar sasen di bulan April 2018 nanti, jelas belum setangguh pasar klithikan ini. 

Para pedagang klithikan dengan sepenuh hati menggantungkan hidup di pasarnya. Dengan fasilitas seadanya, tempat yang berpindah-pindah bahkan ramai atau sepi pengunjung pasar seperti bukan halangan. Apalagi soal laku tidaknya dagangan hari ini. Tidak ada yang tahu pasti.

Ketekunan, kepenuhan hati, harapan, cinta dan ngelakoni inilah yang perlu ditimba. Meskipun pasar klithikan ini kerap dicaci, diusir karena menjadi biang kemacetan, kotor, dan semrawut. Bahkan dicurigai menjual barang spanyolan alias separuh nyolong.

Dalam kesederhaan dan kebersahajaannya pasar klithikan sudah memberi penghiburan yang murah bahkan gratis. Pengunjung tak harus beli, bisa menikmati nostalgia juga asah otak saat menjumpai barang dagangan yang digelar.

Pasar klithikan sudah ikut berperan aktif mendaurulang barang bekas bahkan sampah agar bernilai ekonomi lagi. Kalo mau jujur mengakui pasar klithikan bisa jadi obyek wisata.

Ditata dan diberi ruang, dong. Jangan digusur! Apalagi dimusnahkan. Tapi jangan dimasukkan dalam gedung, ya! Nanti sudah tidak menjadi pasar klithikan lagi…

Terima kasih pasar klithikan, semangatmu selalu kutimba.

Iklan

KOTaOGi sudah setahun

Pasar Sasen Minggir 3 Desember 2017 jadi pengingat Kotaogi lahir di sini setahun yang lalu. Koleksi olah tanam bagi pangan liar alias Kotaogi sebenarnya hanya memanggil kembali budaya ngeramban nenek moyang.

Upaya kecil yang hidup dan menghidupi semoga lestari..

Matahari Bisa Bernyanyi

Pasar Sasen Bejen

5 November 2017

Sungguh, matahari bisa bernyanyi. Tak semata kiasan. Anak-anak pun membuktikannya.

Menikmati suasana dusun.

Matahari tampaknya senang bermain-main dengan kami pagi itu. Habis terik menyengat, lalu mendadak redup. Tak apa, seredup apa pun matahari masih menyisakan cahayanya.

Di mana pun bisa bermain. Di mana pun ada mainan.

Belajar berjalan beriringan dan saling jaga.

Cahaya inilah yang akan ditangkap dengan bantuan ‘kotak ajaib’. Bila kotak yang berisi rangkaian elektronika ini dibuka lebar, terdengarlah suara melengking tinggi. Sebaliknya, bila dibuka malu-malu yang terdengar pun lengkingan lemah.

Serunya bermain dengan kotak ajaib yang membuktikan matahari bisa bernyanyi.

Frekwensi gelombang cahaya matahari bisa ditangkap dan menghasilkan suara. Lalu bermain-mainlah anak-anak dengan kotak ajaib untuk mendapatkan harmonisasi nada sang matahari.

Cahaya matahari mempengaruhi gerak. Robot di sini peraganya.

‘Kotak ajaib’ mampu membuktikan sesuatu. Sesuatu yang sesungguhnya bisa kita sadari tanpa adanya alat sekalipun. Sungguh, matahari bisa bernyanyi, juga mampu jadi pengarah gaya gerak alam ini.

Matahari pun makin tinggi, tanda sudah waktunya memberi makan monster-monster lapar di perut masing-masing.

  • Terima kasih matahari.
  • Terima kasih Sedulur Sasen.
  • Terima kasih Mbak Bungah dan Loka untuk Kandang Bejennya.
  • Terima kasih Mas Herlambang, Mbak Jolanda, dan Nadia untuk berbagi belajar bersama di Sopo Duwe Opo.
  • Terima kasih masak barengnya.
  • Terima kasih makan-minum bersamanya.
  • Terima kasih nonton film Petani -nya.
  • Terima kasih semesta, ada haru, ada rindu di hari itu.

Pasar Sasen Bejen 5 Nov 2017 lalu

Saya kutip ujarannya Geger yang melontarkan tinemunya nenek moyang dulu.

Sambang menyambangi.
Sehingga terjadilah Sambung … Pertalian. Networking

Ketika sudah Sambung lalu Srawung

Sedulut, Seduluran. 

Dan, kadang membicarakan leluhur (tradisi, adat, local value, kulture simbah2)

Pasar Sasen Bejen

Pasar Sasen Bejen, 

Minggu 5 November 2017
Monggo Sedulur Sasen merapat.

Kita berbagi kebahagiaan di sini. Karena bahagia tak perlu lebih dulu kaya, namun jika sudah kaya pun tetap bahagia.

Kali ini kita akan menyusuri keindahan kali di Dusun Bejen. Sambil mencari pangan ramban (Kotaogi-koleksi olah tanam bagi). Bawa ganti jika tak sabar untuk ceciblon mainan air kali.

Jika berhobi mancing, monggo peralatan pancing dibawa serta. Jika kali tak ada ikan, tersedia kolam beserta isi juga bumbu bebakaran yang bisa diapresiasi.

Dan, Pasar Sasen tetap hadir dengan segala apa adanya. Monggo sedulur, ditunggu kedatangannya. Ayo, kita bahagia bersama!

Salam Pasar Sasen!

Jepretan: Kang Kun

https://goo.gl/maps/WWqs5Nh3Wtt
Ancer2nya :

1. Dari depan Polres Sleman ( Arah Magelang / ke utara) kira2 200m, ada jalan masuk ke kiri ( ada plang masuk tulisan Widuri rumah bersalin)

2. Setelah masuk ke kiri, jalan lurus terus kira2 2km ( sampai menemukan perempatan Desa Caturharjo / Perempatan yang ada pohon beringinnya) 
3. Dari perempatan tersebut, belok ke kiri. Lalu cari jalan masuk ke kanan yang ke 3 ( ada gapuranya dan pos kamling )
4. Setelah masuk ke kanan, lurus sampai mentok dapet pertigaan. Lalu ke kiri 70m an. Rumah paling mepet sawah / rumah paling selatan. ( Kediaman Mas Loka)
Alternatif:

1. Dari jalan cebongan mentok ke Barat.

2. Setelah mentok, belok ke kanan
3. Luruss terus sampai nemu pertigaan yang ada penjual sate nya. 
4. Masuk kekiri sampai mentok, lalu belok ke kiri lagi.
5. Lurus terusss ikuti jalan, sampai menemukan sebuah Sekolahan yang bernama, SD DALANGAN
6. Nah, di barat sd persis ada jalan masuk ke kanan / keutara. 
7. Jalan terus ke utara, sampai menemukan rumah pertama kiri jalan.

Pasar Sasen Parakan, 1 Oktober 2017

Bersiap Sasen di pagi yang mendung, berharap cerah hari ini.

Mendung menyingkir disapu bebunyian.

Berlanjut dengan meramu. Ampas tahu Toelen bercampur aneka daun ramban (mangkokan, kelor, pegagan, murbei), dan tapioka jadilah adonan kerupuk ampas tahu.

Hingga saatnya makan siang.

Menikmati Sasen yang cerah penuh berkah.

Terima kasih semesta…

Karena Amat Sangat Berharga

Siapa mau datang belajar, siapa mau datang berbagi, silakan datang. 

Siapa mau mencoba bersama, siapa mau berkreasi, silakan datang. 

Siapa mau berkarya, siapa mau membuang waktu bersama, silakan datang. 

Di sini semua amat sangat berharga. Namun, tidak semua berlabel harga. Di sini silakan datang mengolah hati. Karena hanya hati yang mampu mengHARGAi. 

Pasar Sasen, Brayut, 3 September 2017

  • Belajar ‘Electronic Science’: membaca dan mendengar alam dalam keseharian, bersama Mas Herlambang
  • Bikin sabun dari lemak hewani bersama Mbak Menik
  • Melukis di kebun bersama Pak Garuda
  • Nonton bareng Kak Emmanuel.

“Berbagi untuk belajar. Belajar untuk berbagi.”

Menyedapkan Rasa… Menyedapkan Hati

Pasar Sasen, Minggu, 4 Juni 2017, Legoroso-Brayut

(sekitar pukul 9 pagi)

Bahagianya Pak Nugroho dengan aneka tanaman pangan di kebunnya. Pagi ini kebun Legoroso kedatangan tamu dari Temanggung. Sebuah kunjungan persahabatan dari Pasar Papringan Temanggung ke Pasar Sasen.

(sekitar pukul 10 pagi)

Senangnya pengunjung juga bisa menikmati cerita-cerita dalam video satu menit garapan AKUIO (https://www.youtube.com/channel/UC8JxILaTcfgGiVu0aPBYRBg).

(sekitar pukul 11 siang)

Semangatnya pengunjung bersama-sama mengolah minyak jelantah jadi sabun. Jelantah dipadu cairan pandan, jadi sabun cuci beraroma pandan. Walaupun sabun jelantah bikinan sendiri masih kalah murah, kalah kinclong daya cucinya daripada sabun pabrikan, tapi bangga bisa memanfaatkan limbah sendiri.

(sekitar pukul 11 siang)

Serunya bisa bikin sabun sendiri, sekarang penyedap masakan pun belajar bikin sendiri. Sama halnya sabun, bikin penyedap masakan sendiri pun tidaklah lebih praktis daripada membeli kaldu jadi. Namun, belajar itu memang sedap! Kali ini kami membuktikannya!

DSC_7962

(di sela pasar)

(sekitar pukul 13)

Kumandangnya Sasen belum berakhir. Inilah saatnya menyedapkan hati. Bernada bersama-sama…

 

 

 

Bergerak Nyata

#jelangulangtahunpasarsasenketiga

#mengingatkembaliperjalanan

Pasar Sasen Minggu 5 Maret 2017, Parakan Kulon, Minggir, Sleman, Yogyakarta.

Tukarkan minyak jelantahmu dengan sabun ini. Bisa untuk cuci tangan dan pakaian. Monggo…

sabun

Mencoba Liar

#jelangulangtahunpasarsasenketiga
#mengingatkembaliperjalanan
27 Januari 2017

Pasar Sasen
Legoroso, Brayut
Minggu pertama Februari, 5-2-2017

Mari meliar di Pasar Sasen.

Menikmati keliaran nada dan keliaran pangan ramban dari kebun Legoroso.

*Catatan:
Mohon bawa atau temukan sumber bunyi tak bernyawa. Akan ada eksplorasi bunyi bersama.

https://goo.gl/maps/dnBUyWJGxrT2

kebunkelor.jpg

Previous Older Entries